Evol

Tulisan ini gua buat sewaktu melakukan pencarian tentang Tuhan yang nggak lewat jalan agama, tetapi lewat hati nurani. Enjoy!

P.S : Mengenai judul sebenarnya adalah kebalikan dari kata “cinta”

Aku tahu, dalam hidupku, aku adalah seseorang yang buruk. Apa yang ku sentuh, apa yang ku lakukan, tidak pernah membuahkan buah yang legit.  Begitu nistanya diriku, diriku saja sampai membenci diriku sendiri.

Sampai, aku diam di dalam keheningan. Merenungkan diriku sendiri, apa yang telah kulakukan, dan telah kuperbuat. Di sanalah, aku temukan satu keajaiban. Di dalam diriku, ada sesuatu yang begitu mencintai aku. Ia mengatakan aku tidaklah buruk. Ia mengatakan aku mengindahkan segala hal. Ia mengatakan kalau aku bisa.

Aku tidak mengerti apa yang kurasa, tetapi meskipun begitu, aku merasa hangat dan begitu bahagia bersama ini. Di situlah aku tahu, bahwa Tuhan ada di dalam aku. Selama ini, Ia selalu mengetuk pintu hatiku, tetapi, kebisingan pikiranku selalu membuatku tidak pernah membukakan pintu itu.

Tuhan, ampunilah Aku, yang tidak membalas cintaMu, yang begitu besar dalam hidupku. Hanya memberikan diriku sepenuhnya untukMu, yang bisa kulakukan. Tapi, dalam perjalanannya, aku tahu, aku masih hanya memberikan setengah, atau bahkan seperlimanya saja. Tuhan, ajarilah aku untuk mengabdikan diriku untukMu, seseorang yang mencintai aku lebih dari siapapun, sesuatu yang akan selalu ada dan tidak akan pernah pergi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s