Komputer dan seluk-beluknya pt.2 : Bagaimana Komputer memproses Instruksi dan Programming

Kita sering sekali mendengar istilah programming dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika kita mengingat itu, sebagian besar orang akan mengingat pada aplikasi yang Ia pakai.

Selbelum masuk ke situ, mari kita mengetahui apa esensi dari programaming sebenarnya, yaitu bagaimana komputer dapat memproses sebuah instruksi menjadi sebuah output. Komputer memproses sebuah instruksi berdasarkan logika proposisi pada matematika diskret (secara rinci akan dibahas pada blog terpisah), contohnya sebagai berikut :

“Jika x adalah bilangan bulat dan x + 7 = 9, maka x adalah 2”

Hal ini akan benar jika x adalah bilangan bulat, x + 7 adalah 9 dan x adalah 2. Namun akan salah jika x bukan 2 namun x + 7 = 9 dan x adalah bilangan bulat.

Prograaming secara harafiah berarti kita membuat instruksi untuk memproses suatu input tertentu agar menjadi suatu output. Seperti misalkan kita ingin membuat sebuah program untuk menentukan siapa yang lulus dan siapa yang tidak diantara sekumpulan mahasiswa. Kriteria yang kita buat adalah sebagai berikut :

“Jika nilai mahasiswa lebih besar dari 65, maka mahasiswa tersebut lulus. Selain itu, maka mahasiswa tersebut tidak lulus.”

Maka input dari instruksi tersebut adalah nilai-nilai mahasiswa, sedangkan outputnya adalah keterangan apakah mahasiswa itu lulus atau tidak. Sebagai contoh misalkan saya memasukkan nilai 70 ke situ, maka saya akan mendapatkan keterangan lulus.

Namun, bagi orang yang bergelut di dunia komputer dan pengertian prograaming secara modern, ini artinya mereka harus menulis sebuah script untuk memberikan instruksi kepada prosesor agar komputer dapat bertindak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Untuk melakukan apa yang kita inginkan itu, maka perlu dibuat sebuah aplikasi. Aplikasi adalah sebuah program otomatis yang dapat menjalankan suatu instruksi tanpa harus membuat lagi instruksinya, sehingga kita tidak perlu setiap saat melakukan programaming untuk melakukan instruksi, dan biar aplikasi tersebut yang melakukannya.

Tentunya dalam komputer, tidak mungkin memakai bahasa sehari-hari karena bahasa yang terletak dalam komputer adalah bahasa mesin (angka binary). Namun, dalam prosesnya, bahasa sehari-hari kita dapat diubah menjadi bahasa komputer. Dalam komputer, memiliki tiga level bahasa :

Bahasa high-level Java (google.com)

Bahasa high-level Java (google.com)

1. High-Level Language, atau dalam Bahasa Indonesia disebut Bahasa Tingkat Tinggi. Bahasa ini adalah bahasa pemrograman yang dilakukan dengan bahasa manusia. Bahasa ini memiliki tingkat grammar  (tata bahasa) yang rendah, maka dari itu tidak semua orang dapat mengerti kecuali mempelajari bahasa ini dulu. Yang memudahkan adalah command (atau perintah) yang disajikan seluruhnya tertulis dalam bahasa Inggris. Maka dari itu mungkin untuk menulis program dengan bahsa manusia. Bahasa manusia ini tidak dimengerti komputer, maka dari itu disetiap komputer memiliki sebuah alat seperti interpreter atau compiler, yang digunakan untuk menerjemahkan instruksi ke bahasa komputer. Contoh bahasa ini adalah : BASIC, Pascal, Fortran, Cobol, C, C++, Java, dan D. Bahasa ini juga disebut kode “semu” (Pseudocode) karena bahasa ini bukanlah bahasa pemrograman (kode biner) yang sesungguhnya, melainkan hanya pembantu saja.

2. Low-level Language, atau dalam Bahasa Indonesia disebut Bahasa Tingkat Rendah. Bahasa ini adalah bahasa yang sudah sulit dimengerti manusia pada umunya karena bahasa ini merujuk pada mesin itu sendiri.

Bahasa Assembly (wikipedia.org)

Bahasa Assembly (wikipedia.org)

* Assembly Language, atau dalam Bahasa Indonesia disebut Bahasa Rakitan. Bahasa ini menjembatani antara high-level dengan kode mesin binary. Bahasa digunakan oleh para programmer agar memudahkan mengakses prosesor, sehingga pilihan instruksi lebih spesifik dan lebih banyak daripada high-level. Misalkan kita ingin menampilkan tulisan “Adrianus”. Umumnya, bahasa ini bertujuan untuk membantu high-level language agar perintah menjadi lebih spesifik. Kalau dengan High-level, kita akan langsung menulisklan perintah untuk memunculkan Adrianus. Dengan menggunakkan Assembly, maka kita dapat menentukan bagaimana harusnya huruf itu tampil, muncul di bagian mana, dan ciri spesifik lainnya.

* Machine Code, atau dalam Bahasa Indonesia disebut kode mesin, adalah bahasa yang digunakan dalam prosesor, tepatnya di bagian ALU (Arithmetic/ Logic Unit) pada prosesor tersebut. Instruksi diproses dalam kode binary (kode yang berisi angka satu dan nol, mengenai mengapa memakai kode binary, akan dijelaskan dalam sesi terpisah). Beberapa kode terkadang memakai sistem Hexadecimal, Octal atau bahkan Decimal untuk memproses data.

Bahasa Binary (www.google.com)

Bahasa Binary (www.google.com)

Programming adalah sebuah proses dimana high-level language diubah ke machine code, dengan atau perantara assemly language. Setelah itu, output dari instruksi ini disalurkan prsoesor ke bagian-bagian lain dalam komputer, seperti monitor, printer, dsb, dengan perantara RAM untuk disimpan sementara baru disalurkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s