Listrik : Definisi dan Seluk-beluknya pt.1- Sejarah awal listrik dan Listrik statis

Petir adalah salah satu fenomena listrik (wikipedia.org)

Petir adalah salah satu fenomena listrik (wikipedia.org)

Listrik. Mendengar kata itu, tentunya kita akan teringat dengan berbagai benda listrik yang ada di rumah kita, seperti televisi, komputer, atau lampu, atau mungkin kita teringat penyalurnya, PLN. Jika ditanya listrik itu apa? Maka mungkin kita akan menjawab, sesuatu yang membuat kita kesetrum atau sesuatu panas yang menyakitkan dan mengagetkan, atau mungkin kita akan menjawab, sesuatu yang memberikan energi untuk benda-benda bermesin. Memang pernyataan itu benar, tetapi, belum tepat. Jadi, apa sih sebenarnya listrik itu?

Listrik adalah sebuah fenomena. ya, listrik adalah sebuah fenomena. Mengapa? Karena listrik itu terjadi karena adanya sesuatu. Nah, fenomena itu terjadi karena adanya perpindahan sebuah partikel unik yang bernama elektron. Kemudian, untuk menjadikan elektron ini sebagai sebuah sumber energi, maka, dialirkan oleh sesuatu seperti kabel, atau suatu bahan yang dapat mengalirkan aliran listrik, yang disebut dengan konduktor (akan dibahas lebih lanjut di bagian 2). Mungkin jika melihat penegertian di atas, mungkin anda masih bingung dengan istilah yang disebutkan. Namun, itulah kira-kira pengertian umumnya. Kini, akan saya bahas secara lebih perlahan dan lebih meneliti.

Batu Ambar untuk mengawetkan hewan seperti nyamuk (wikipedia.org)

Batu Ambar untuk mengawetkan hewan seperti nyamuk (wikipedia.org)

Dari mana asal-usul listrik? Asalnya, tentunya berasal dari alam. Tuhan kita yang mahakuasa memberikannnya ke dunia ini. Nah, jika ditanya awal kita menemukan listrik, maka ada banyak versi. Misalnya, listrik itu ditemukan pertama kali oleh orang Yunani, didalam belut yang mengeluarkan listrik di sekitar sisiknya. Sekarang disebut sebagai belut listrik, dan sangat jarang untuk ditemukan, dan akan sangat mudah untuk ditemukan dalam film atau game, seperti Finding Nemo atau Crash Bandicoot : Warped. Kembali ke topik, ada asal-usul listrik yang lebih definitif . Yang lagi-lagi ditemukan oleh orang Yunani. Orang Yunani ini, bernama Thales, yang ketika itu sedang iseng mencoba menggosok-gosok batu ambar ke bulu kucing, dan ternyata ini menarik benda-benda ringan seperti bulu (termasuk bulu si kucing). Gejala ini kemudian dinamai Listrik Statis.  Jika dulu kita pernah duduk di sekolah dasar, atau di sekolah menengah pertama, di pelajaran Fisika, kita akan melakukan percobaan dengan gejala ini, Dengan penggaris plastik, yang digosok-gosokan ke rambut atau ke kain, dan ternyata dapat menarik butiran-butiran kertas. Itulah yang juga menjadi asal-usul kata elektrik, electron, yang artinya ambar.

Bagian atom. Tanda (-) menandakan elektron, yang adalah muatan negatif. Sedangkan yang bertanda (+), adalah Proton, muatan positif,

Bagian atom. Tanda (-) menandakan elektron, yang adalah muatan negatif. Sedangkan yang bertanda (+), adalah Proton, muatan positif.

Nah, bagaimana sebuah listrik itu dapat menarik benda-benda kecil tersebut? Semuanya itu ada hubungannya dengan atom, yang terdiri atas proton, dan elektron. Atom itu apa sih sebenarnya? Atom adalah bagian kecil yang menyusun suatu benda, dan ini memang ada di setiap benda. Lalu, apa itu proton dan elektron? Proton adalah ion yang bersifat positif, dan menjadi pusat suatu atom. Sedangkan elektron, adalah bagian yang mengelilingi inti atom, atau proton tersebut. Bagian inilah yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan gaya elektrik, atau tarik menarik. Nah, jika setiap benda yang kita punya mengandung elektron, mengapa tidak semuanya memiliki gaya elektrik? Sebenarnya setiap benda itu dapat memiliki gaya elektrik, namun, yang menyebabkannya tidak menghasilkan gaya itu adalah karena benda bermuatan netral. Apa maksudnya netral? Maksudnya adalah setiap benda memiliki jumlah proton dan elektron yang sama. Jika benda itu diberikan gaya, seperti batu amabar yang digosok-gosok, maka benda akan kehilangan elektron. Untuk mengganti elektron yang hilang, benda yang kehilangan elektron itu, seperti batu ambar, menarik benda lain dan mengambil elektronnya. Inilah gejala listrik statis. mengapa disebut statis? Karena listrik itu tidak mengalir, hanya mengeluarkan sebuah gaya elektrik,  sebagaimana di listrik dinamis, dimana listrik mampu dialirkan ke sistem atau alat.

Mungkin, jika anda pernah mendengar dalam fisika, ada sifat tarik-menarik dan tolak-menolak dalam gaya listrik. Nah, mengapa itu bisa terjadi? Kita kembali ke dalam benda itu. Jika suatu benda kekurangan elektron, maka dikatakan benda itu bermuatan positif. Sebaliknya, jika kelebihan, maka benda tersebut bermuatan negatif. Nah, benda bermuatan negatif, akan selalu menarik muatan positif, untuk mendapatkan elektron. Inilah yang disebut gaya tarik menarik. Nah, benda yang bermuatan sama, seperti positif dengan positif, atau negatif- dengan negatif, akan terjadi gaya tolak menolak. Gaya ini disebut dengan gaya elektrostatis, atau disebut juga gaya Coulomb, diambil dari nama seorang peneliti di bidang listrik, Charles-Augustin de Coulomb.

Percobaan Coulomb

Percobaan Coulomb

Nah, bagaimana listrik itu dapat menghasilkan sebuah tenaga? Seorang peneliti asal Prancis bernama Coulomb menemukan sesuatu yang lain di gaya listrik itu. Lihat gambar di atas. Tongkat berbentuk huruf T, adalah sebuah torka, dimana jika salah satu dari kedua ujung (P&Q), jika diputar, maka seluruh tongkat akan berputar. Sebuah benda S, yang memiliki muatan negatif, didekatkan pada ujung P yang memiliki muatan positif. Alhasil, terjadi gaya tarik-menarik. Kedua benda tidak dibiarkan sampai menempel. Pada akhirnya, karena gaya itu, terjadi perputaran pada torka. Untuk mengukur besar gaya tersebut, maka diatur perubahan sudutnya, yang didapatkan dari sudut pemantulan cahaya dari kaca ke layar. Torka yang berputar akan menimbulkan perubahan sudut pemantulan cahaya tersebut. Maka, besar gaya yang ditimbulkan oleh listrik tersebut ditentukan melalui perubahan sudutnya.

Nah, karena gaya tarik-menarik yang ditimbulkan dari si atom tersebut, torka dapat berputar. Itulah sebabnya, listrik adalah sebuah gaya, dan digunakan sebagai sumber energi, karena listrik dapat memberikan gaya pada benda.

Dilanjutkan ke listrik dinamis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s