21/21 Sang Ketua..

Ini kisah tentang seseorang yang baru aja mendapatkan kekuasaan tapi dia jadi lupa dengan dirinya sendiri dan orang lain tidak seperti dulu..akhirnya dia seperti “dipanggil” dan akhirnya ia berubah..ini semacam penyadaran buat gw. Gua buat waktu SMA dimana gua sedang depresi-depresinya dan Tuhan datang kepada gua dan terwujudlah cerita ini.

Pt. 1 It’s all a waste…

Aku adalah seorang ketua sebuah organisasi yang menjadi tumpuan utama sekolah. Tanpa organisasi ini sekolah tidak akan menjadi apa-apa. Aku sangat berkuasa. Sampai-sampai aku bisa menyuruh orang untuk membuat apapun program yang ingin aku buat dan aku bisa menyuruh mereka mengepel dan menyapu. Aku akhirnya mendapatkan ketenaran dan kekuasaan disekolahku. Aku juga mendapat kepercayaan dari aparat sekolah. Tapi, teman-temanku menjauh dariku. mereka pelan-pelan mulai meninggalkanku. Aku selalu memarahi mereka, bahkan ketika bercanda aku selalu menghardik mereka. ketika mereka memberi saran aku tertutup dan aku lebih percaya pada diriku sendiri. Aku kesepian. Kekuasaan dan perubahan yang kuinginkan dan kubuat tidak memberikan arti bila aku yang senang dengan perubahan itu sendiri. Aku merasa apa yang kulakukan sama saja bohong.

Pt.2 It’s Me but It’s not Me

Aku termenung. Aku terdiam. Aku berdiri dan meratapi kesedihanku di atap sekolah. Kemudian, badanku melemah, dan mataku mulai tertutup perlahan dan tubuhku terjatuh ke bawah. Aku melayang di udara, melayang dan mataku mulai gelap dan tidak melihat apapun. Aku merasakan badanku jatuh dan itu sakit sekali. Aku melihat badanku tergelepak disana. Sekarang aku adalah roh bebas dan penasaran dan tidak tahu apa yang kulakukan. Tapi, ada seorang anak, yang sangat mirip dengan diriku, kemudian memanggilku, dan menuntunku dan mengajakku ke suatu tempat. Anak itu ceria sekali, dan rasanya ia adalah orang yang tidak ada masalah. Tapi kemudian, anak ini bertumbuh, bertumbuh, kemudian menjadi diriku. Ternyata dia adalah diriku. Dia menyapaku, dan akhirnya membawaku ke sebuah rumah yang ada di atas awan dan masuk ke sebuah rumah beratapkan dan bercat emas. Dia mengajakku makan dan mulai membasuh kakiku. Dia juga mulai mengajakku bercanda walau aku hanya menyengir singkat saja. Dia mirip sekali dengan diriku yang dulu. Riang, polos, dan hidupnya pun nyaman dan fleksibel. Bila kau melihat diriku yang sekarang, aku serasa aku ada dalam tubuh yang kosong, dan bukanlah apa yang kuinginkan. Aku menjadi lebih malas untuk mencapai diriku sendiri.

Pt.3  The Call

“Nak! Kemarilah” Seorang tukang kebun memanggilku. “Lihatlah dirimu, nak! Kau menjauhi nuranimu. Hidupmu hanya terasa baik di awal bukan? Lihatlah dirimu yang ada di rumah itu. kau menyukainya bukan? Kenapa kau tidak menjadi seperti itu? Bapa di Surga itu selalu ada di hatimu, tapi kenapa kau menjauhinya? Kau sudah tahu itu benar bukan? Lalu kenapa kau melakukan yang sebaliknya. Ikutlah Dia. Bila kau bersedih bukalah hatimu dan lihatlah langit yang biru di atas. Ingat! Bapa tidak ingin melihat anak-Nya sedih. Bagai bapakmu di dunia, dia adalah penyayang. Bahkan lebih baik daripada bapakmu di dunia. Ingat, nak! Janganlah kau menjauhi Tuhan-Mu yang tinggal di dalam hatimu! Sama saja seperti anak yang durhaka dengan orang tuanya.” Kemudian orang iu berubah menjadi seorang dengan sosok yang berambut panjang dan mengenakan jubah panjang berwarna putih. Aku bahkan tidak tahu siapa itu Dia. “Sekarang kau mengerti bukan? Nak!, dengarkanlah Tuhan! apapun keadaanya selalu mengandalkan Dia! Karena dia ada di dalam hatimu dan kau tahu apa yang dikatakan hatiMu adalah benar. jangan biarkan hawa nafsu mengambil alih hatimu nak! jangan biarkan dia memakannya. Tuhan itu selalu ada, dia tidak pernah tidur!  Nak, Ikutlah Dia apapun yang dia perbuat, pasti berujung baik! Tuhan bahkan sudah menebus dosamu! Dia rela mati di kayu salib! Lihatlah perutku ini! Ada bekas cucukan paku bukan?” begitu aku melihat Dia, aku langsung tau dia adalah Tuhanku! Aku langsung bersujud menyembah-Nya!

“Sudah..berdirilah. Kau masih punya hidup bukan? Ayo lanjutkanlah hidupmu! Lakukan apa yang harus kau lakukan dan ingatlah BapaMu yang ada di sini ya! Suatu saat bila kau sudah selesai, aku akan memanggilmu kembali! Nah, kembalilah ke dunia yang sudah kubuat beserta isinya! kembangkanlah mereka dan raihlah mimpimu dan selalu jadi dirimu sendiri! Ikutlah Aku! Jalan kebenaran dan hidup!”

Kemudian, ia berjalan, dan aku mengikuti-Nya, kemudian semua yang ada memutih dan aku pun kembali keduniaku. semua orang sudah mengerubungi aku dan semuanya terheran-heran. ternyata setelah jatuh, aku kembali hidup. Aku merasakan lukaku tapi aku tidak merasa sakit. Wah, ini mukjizat!

Pt.4 The Next Day

Aku kembali ke teman-temanku dan aku minta maaf pada mereka. Atas apa yang kulakukan. Ternyata , ereka memaafkanku dan mau menerimaku lagi. Aku rasa itulah arti persahabatan, memaafkan seorang teman. Oh terima kasih Tuhan, karena kau menyadarkanku betapa berharganya diri manusia itu. Dan bahwa setiap orang dapat menjadi dirinya sendiri dan dapat berperan. Yang terpenting juga aku mengetahu bahwa kau tidak pernah meninggalkanku kau selalu ada di dalam hatiku!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s