16/21. Renungan : Pergunakan Talentamu!

“Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” – Matius 25 : 20-21

Perumpamaan ini sangat terkenal sekali, sampai-sampai kata ‘bakat’ itu diganti dengan ‘talenta’ dalam bahasa kita sehari-hari. ‘Talenta’ disini sebenarnya berarti uang, tetapi dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti menjadi bakat/potensi.

Kisah tentang talenta ini bercerita tentang seoranghamba yang mensyukuri talentanya, dan hamba yang lain tidak. Dua hamba pertama mengembangkan talenta yang diberikan tuannya, sedangkan satu hamba menguburnya dalam tanah dan pada akhirnya dihukum pada ratap dan kertak gigi yang sudah terkenal itu.

Hamba yang pertama dan kedua, mensyukuri talenta yang diberikan. Artinya, Ia menerima dirinya apa adanya. Sedangkan si hamba kedua, lebih memilih untuk tidak menerima talenta itu.Ini artinya Ia tidak mensyukuri berkat Allah.

Saya pun pernah menjadi hamba yang kedua. Saya tidak menghargai kepintaran yang saya miliki, karena saya lebih ingin diri saya memiliki taelnta dalam bidang musik daripada menikmati kepintaran yang saya miliki.

Untungnya, Tuhan menyadarkan saya. Setelah saya mencoba mengeksplorasi dunia musik, ternyata saya tidak menikmatinya dan saya lebih suka mendengarnya daripada menjadi pemerannya. Akhirnya saya putuskan untuk kembali memakai bakat saya ini untuk diri saya sendiri, misalnya untuk mengerti dan mendapatkan pengetahuan dari buku, atau media lainnya. Saya juga memakainya untuk mengajar teman-teman saya. Terbukti, ini lebih nyaman ketimbang saya menjadi pemusik, menjadi orang lain.

Apa sih sebenarnya kategori sebuah talenta itu? Talenta bisa dikatakan sebagai sesuatu dimana diri kita lebih menguasainya daripada orang lain. Tapi, jika begitu, berarti talenta tidak membawa kenikmatan pada seseorang itu, karena bisa saja orang itu bisa karena Ia belajar secara terpaksa. Lain halnya jika kita mendefinisikan talenta itu sebagai sesuatu yang kita nikmati dan itu meningkatkan kepercayaan diri kita. Itulah yang namanya talenta.

Bagaimana cara memakai talenta? Pertama kita bisa memakainya untuk memuaskan diri sendiri. Misalnya kita melukis, dan menikmati keindahan lukisan kita sendiri. Namun, tentunya kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Coba kita pakai talenta kita itu untuk menolong orang lain. Misalkan, kita punya kemampuan untuk menyanyi. Mungkin saja kita bisa memakai itu untuk mereka yangsedang bersedih, seperti yang dilakukan Marilyn Monroe pada tentara Amerika yang sedang berperang.

Bagaimana kalau ktia tidak mau memakai talenta kita? Hukuman dari Allah pasti ada, tetapi saya tidak tahu hukuman itu apa. Yang pasti, ada penyesalan dalam diri anda jika and atidak memakainya. Banyak keuntungannya sebenarnya memakai talenta. Anda menunjukkan hal baru pada orang lain, anda memiliki kebisaan yang orang lain tidak bisa, anda bisa memakainya untuk menikmati hidup dengan menolong diri anda sendiri dan orang lain dengan talenta itu. Sangat sayang sekali bila tidak anda pakai. Ketika anda menolak talenta anda, anda telah menolak diri anda sendiri, dan terlebih lagi, Tuhan yang sudah menciptakan anda.

Manfaat terbesar dari talenta anda yang bisa anda berikan adalah memakai talenta itu untuk memuliakan nama Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s