12/21. Research : Chiari Malformation

Arsip ini ditemukan di blog lama gua, “Kenapa Saya Mau Lagi”. Dengan tatanan bahsa yang masih kacau, tapi gua perbaikin. Gua melihat isinya masih menarik, jadi gua taruh saja di sini. Berhubung udah kemaleman, jadi gua putuskan buat menaruhnya di sini.

Kalau ter

Hasil scan MRI (Magnetic Resonance Image) yang menunjukkan adanya bagian otak yang mengalami Chiari Malformation

Hasil scan MRI (Magnetic Resonance Image) yang menunjukkan adanya bagian otak yang mengalami Chiari Malformation

tawa itu, memang bikin enak dan lega hati, karena kita membuang segala kesedihan dan masalah yang kita punya di balik ketawa itu. Akan tetapi, tidak selamanya tertawa itu menyenangkan.

Ada 2 alasan yang bikin ketawa itu tidak selalu menyenangkan :

1. Ketika situasi sedang tidak tepat.

Contohnya, ketika kita menemui orang yang sedang depresi, lalu kita tertawa di depan mereka. Tentunya orang tersebut dapat memberikan respon yang buruk terhadap anda. Jika anda tidak beruntung, anda akan mendapatkan gaya impulsif darinya, sebuah bogem mentah.

2. Adanya Chiari Malformation

Tertawa dapat mempercepat aliran darah. Intinya, tertawa itu bikin sehat, baik itu dipaksa, nggak dipaksa, atau sebesar-besarnya (ini orang gila). Bahkan, tertawa itu bisa menghilangkan penyakit kanker payudara yang diderita seseorang. Tapi, ada yang namanya Chiari Malformation. Jadi ini kelainan otak dimana otaknya itu, kalaukita tertawa terlalu banyak, di otak akan terjadi suatu malformasi hingga menyebabkan otak keluar dari tengkoraknya. Pernah melihat zombie di film-film? Kurang lebih seperi itu. Malformasi ini ditemukan oleh Hans Chiari.  Hal ini terjadi ketika tertawa terlalu banyak, dimana darah terpompa semakin kencang, hingga akhirnya menyebabkan otak bagian belakang menyembul dari tengkorak, sehingga otak bagian belakang tidak mendapat cairan, karena kanal tulang belakang tidak mendapat cairan. Ini tidak menyebabkan kematian jika dirawat, namun gejala yang pasti dialami si penderita adalah sakit kepala akut (vertigo), tinnitus (telinga yang terus berdengung), nausea (mual), nystagmus (pergerakan mata yang tidak terkontrol dan berkurangnya kemampuan penglihatan),  otot lunglai,  insomnia (tidak bisa tidur) sampai 60 jam, dysphagia (kesulitan mengunyah), dilatasi pupil. Untuk sembuh, tidak ada jalan lain kecuali di operasi transnasal endoskopik. Obat hanya digunakan untuk penahan rasa sakit, dan obat itu harus dikonsumsi 50 kali sehari. Penyakit ini dapat berkomplikasi menjadi tipe 2, ini menyebabkan kerusakan pada batang otak, dan semakin berkurangnya respon saraf.

Chiari Malformation ini juga disebabkan oleh adanya pergerakan yang mendadak.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s