11/21. Life & Renungan : Kebijaksanaan diperlukan dalam Hidup

“Kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau supaya engkau terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu muslihat”, Amsal 2:11-12

Saya sering sekali melihat ayah saya sangat curiga dan kasar pada orang-orang yang mengantarkan barang di kantornya. Saya bingung dengan tingkah laku ayah saya yang selalu melankolis (orang yang selalu berpikir lebih banyak dari orang lain, alias suka curiga) terhadap orang-orang di sekitarnya. Tapi, setelah saya mendengar cerita dari dari salah seorang karyawannya, saya tahu mengapa ayah saya melakukan itu. Di zaman ini, orang-orang yang bisa dipercaya sulit didapatkan. Ayah saya sering sekali di tipu oleh orang-orang yang mengantarkan barang tersebut, oleh karena itu ayah saya selalu menanyakan detail lebih lanjut dari orang tersebut, dan terkadang ketika tidak sesuai, Ia selalu memarahinya dan mengusirnya dair kantor, karena takut penipuan. Sejak itu memang ayah saya tidak pernah mengalami apa yang namanya penipuan.

Dari situ, saya belajar dari ayah saya untuk menjadi pintar dan bijak. Jangan terlalu mudah mempercayai orang. Mulai dari situ juga, saya belajar untuk menjadi seorang yang skeptis. Tapi, bukan skeptisnya yang harus dipelajari. Tetapi melakukan langkah bijak dan pintar untuk sesuatu, dan salah satunya menjadi orang yang teliti, seperti ayah saya.

Cerita lainnya berasal dari China, yaitu masa pendahuluan 3 kerajaan. Suatu ketika, Tian Feng, seorang penasihat, menasihati tuannya, Yuan Shao, penguasa daerah utara China, untuk menyerang Cao Cao yang sedang menyerang Liu Bei. Pertahanan Cao Cao sangatlah lemah di ibu kota Xu Chang ketika itu. Tetapi, Yuan Shao menolak nasihat dari Tian Feng, dan menyerang ketika Cao Cao sudah kembali. Akhirnya, Yuan Shao pun dikalahkan oleh Cao Cao dan seluruh daerah utara dikuasai oleh Cao Cao.

Lihat betapa pentingnya seseorang untuk menjadi bijaksana? Ketika seseorang menjadi bijaksana, hidupnya pun akan terhindar dari kesulitan dan kekacauan. Menjadi bijaksana berarti menjadi cerdas. Cerdas adalah pintar secara akal budi dan berperilaku.

Kita sebagai makhluk Tuhan dikaruniai Akal budi, maka seharusnya kita gunakan dengan baik. Kita juga memiliki hati, maka harus digunakan dengan baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s