6/21. Research : Internet Radio

centro.net

centro.net

Ketika kita mendengar kata radio, yang teringat dikepala kita umumnya adalah mesin radio dengan antenannya, atau handphone dengan headset yang biasa kita pakai untuk mendengar radio. Tapi mungkin, setelah membaca artikel ini, kosakata itu akan memberikan anda ingatan yang lain, yaitu streaming radio dengan internet.

Internet radio di Indonesia saat ini baru mencuat namanya. Padahal sebenarnya budaya ini sudah muncul sejak tahun 1994, di seattle Amerika Serikat. Dimana seseorang bernama Paul Allen memperdengarkan konsernya lewat internet secara streaming, tanpa bisa di-pause, atau di-putar balik. Darisitulah asal-usul internet radio. Dimana penggunaan jasa streaming tidak hanya untuk pemutaran lagu saja, tapi juga untuk broadcast berita terkini.

Semenjak berkembangnya teknologi smartphone, radio pun jadi semakin mudah didengar. Orang tidak perlu lagi harus membawa mesin radio, berada di dalam mobil atau harus berada di depan komputer untuk mendengar internet. Hanya dengan mempersiapkan koneksi internet, dan sebuah aplikasi pemutar radio (seperti Real-Time atau Quick-time) orang bisa mendengarkannya dimana saja. Koneksi internet yang dibutuhkan minimal 156 Kbps. Di Indonesia sendiri, internet radio masih sulit didengarkan karena kecepatan internet rata-rata Indonesia masih 0,8 Mbps, bayangkan Singapore yang kecepatannya 5,1 Mbps. Belum lagi kecepatan itu terkadang naik turun, alias labil.

Internet radio memiliki beberapa hal positif jika dibandingkan dengan internet radio :

1. Modal pembentukan jaringan lebih murah, kira-kira 7 jutaan. Hanya cukup menciptakan sebuah jaringan saja. Sedangkan radio konvensional, karena membutuhkan banyak alat untuk menyiarkan broadcastnya, mulai dari tower pemancar (transmitter), sampai mesin mixer-nya bisa memakan biaya 2-4 milyar. Adanya internet radio, artinya radio tidak lagi dimonopoli mereka yang bermodal, karena modal internet radio lebih murah. Pembuatan internet radio juga lebih cepat dan lebih mudah.

2. Sejauh ini, Internet radio belum ada regulasinya, sehingga para penyiar dapat bebas berkarya, dan dapat bebas menciptakan stasiun radio sendiri. Tidak seperti di radio konvensional yang sudah memiliki regulasi.

3. Radio konvensional memiliki sinyal yang tidak stabil, karena dapat diinterupsi oleh gelombang radio yang lain. Sedangkan internet radio tidak karena setiap radio memiliki IP tersendiri, dan jaringan tersendiri.

4. Jumlah pendengar langsung ketahuan, karena adanya IP, alamat internet. Setiap orang memiliki alamat IP yang berbeda-beda (unique IP), dan dari situ dapat diketahui jumlah pendengarnya, karena satu IP berbeda terhitung satu pendengar.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s