5/21. Research : Penyebab Jatuhnya Rezim Para Penguasa pt.2

2. Soeharto

Image

Soeharto (kanan) dengan Perdana Menteri AS, William Cohen (www.wikipedia.org)

Kemudian, muncullah Soeharto menjadi Presiden Indonesia dan dimulailah masa pemerintahan Orde Baru. Setelah mendapatkan kepercayaan rakyat setelah menumpas PKI dan ormasnya, Soeharto pun dipercayai oleh MPR untuk menggantikan Presiden Soekarno menjadi Presiden. Presiden yang awalnya hanya seorang petani biasa ini, adalah presiden yang paling lama menjabat di Indonesia, yaitu 32 tahun. Lahir di tahun 1921. Soeharto sebenarnya sebagai presiden, bukanlah presiden yang buruk. Ia telah menciptakan kemajuan infrastruktur, stabilitas politik, dan keberhasilan pembangunan. Tak heran beliau dijuluki bapak pembangunan. Di bawah pemerintahannya, Indonesia menjadi negara penghasil beras terbesar di dunia, dan pernah menjadi negara swasembada pangan di tahun 1984. Kependudukan berjalan lancar dan ledakan penduduk pun tidak terjadi (melalui BKKBN, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional), dan para penduduk yang tidak mempunyai rumah dapat memiliki rumah (Perumnas) dengan harga murah. Pembangunannya dari Pelita (Pembangunan Lima Tahun) I sampai Pelita V berjalan sukses. Tapi, sejak Repelita (Repetisi Pembangunan Lima Tahun) I atau Pelita VI, mulailah terlihatlah rahasia-rahasia buruk Presiden Soeharto yang selama ini ditutupi. Pertama, pemerintahan didominasi oleh partainya, Golkar (Golongan Karya), yang mendapat mayoritas tunggal dalam setiap pemilu, sehingga karena itu, pemerintahannya bisa langgeng selama 32 tahun. Kedua, terjadinya praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) dan kesenjangan ekonomi. Banyak anggota DPR yang tertangkap korupsi, bahkan sang Presiden pun ternyata ketahuan mengkorupsikan uang negara untuk perusahaannya. Pemerintahan dihiasi oleh kerabat-kerabat Soeharto, dan perusahaan-perusahaan negara diurus  oleh anak-anaknya seperti Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut), dan Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto). Banyak yang bilang Presiden Soeharto “gila harta” ketika itu. Selain itu, karena hal itu, banyak orang yang kaya menjadi semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin. Ketiga, Presiden Soeharto terlihat pro-barat, karena selalu melibatkan negara-negara seperti Amerika Serikat dalam pemerintahan Indonesia. Keempat, dominasi militer dalam kehidupan pemerintahan dan masyarakat membuat Presiden Soeharto terlihat seperti ingin menguasai Rakyat Indonesia alias Diktator. Kelima, yang dikenal sebagai motor penggerak jatuhnya Rezim Soeharto adalah Krisis Moneter yang parah akibat hutang luar negeri yang menumpuk, dan mencapai puncaknya tahun 1998. Inflasi Indonesia naik menjadi 150% sehingga harga Rupiah turun dan harga-harga bahan pokok meningkat drastis. Puncak kekacauannya terjadi di tahun 1998, dimana banyak perampokan, penjarahan, dan penganiayaan terutama pada golongan minoritas (Kaum Cina), pembunuhan mahasiswa, dan rusaknya Infrastruktur. Rakyat mengeluh pada Presiden Soeharto untuk turun dari jabatan yang ia pangku. Akhirnya, tanggal 21 Mei 1998, Soeharto mundur dari jabatannya sebagai Presiden dan mengangkat B.J. Habibie, wakil presidennya sebagai Presiden.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s