5/21. Renungan : Masihkah anda mau menerima Dia?

Image

Lukas 2 : 6-7

Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan , karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Kisah tentang malam natal, dimana Yesus lahir, adalah suatu kisah yang menyedihkan. Mengapa begitu? Jika anda membaca di alkitab, anda akan menemukan bahwa tidak ada satupun manusia yang mau berbelas kasihan di hari kelahiran Yesus itu sendiri. Maria yang sedang mengandung, tidak mendapat tempat penginapan.  Dengan alasan tempat penginapan sudah penuh, mereka tidak membuka hati mereka untuk berbelas kasih pada perempuan yang sedang melahirkan, yaitu Maria. Belum lagi, yang dilahirkan adalah seorang penyelamat itu sendiri.

Dalam kehidupan, sering kali kita mengabaikan panggilan Tuhan dalam hati kita. Misalnya, Ketika kita melakukan tindakan yang melawan ajaranNya, sebelum kita melakukan hal itu, Tuhan sudah memanggil kita. Ketika kita melihat masalah di lingkungan sekitar kita, kita mengabaikannya. Tetapi sebelum kita mengabaikannya, Tuhan telah mengajak kita untuk menyelesaikan masalah itu.

Ingatkah dengan peristiwa penyaliban Yesus? Dimana para orang-orang farisi tidak menghiraukan kebenaran dalam ajaran Yesus? Dimana mereka menolak panggilan Yesus di dalam hati mereka? Nah, itulah situasi yang dapat menggambarkan ketidakmauan kita dalam menerima Kristus. Dengan kata lain, sama saja kita telah menyalibkan Yesus kembali.  Kita telah kembali menyalibkan orang yang tidak bersalah. Bahkan orang itu bukanlah orang, tetapi Tuhan! Orang-orang farisi tahu bahwa ajaran Yesus itu benar, tetapi mereka tidak mau mengakuinya, sampai akhirnya Allah membelah Bait Allah, dan sampai Yesus Wafat! Dengan menolak Yesus, sama saja anda tidak menerima Yesus, seperti orang-orang Farisi.

Maukah anda menyalibkan Yesus untuk kedua kalinya?  Marilah dengar ketukannya. Sebelum ketika anda mengetuk pintu surga nanti, ketukan itu tidak akan dibalas. Dengarlah, dan Jawablah suaranya ketika Ia mengetuk pintu hati anda.

Wahyu 3 : 20

Lihat! Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk. Kalau ada orang yang mendengar suara-Ku, dan membuka pintu, Aku akan masuk menemui dia; Aku akan makan bersama-sama dia dan ia makan bersama-sama Aku.

Semoga bacaan ini dapat membuka pikiran dan hati anda.

Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s