4/21. Life : Kebiasaan Anda menentukan siapa Anda

Cerita berikut berasal dari curhatan saya dengan seseorang bernama Eumir Morandi, teman kuliah saya.

Image

Saya adalah seorang anak kecil berumur 14 tahun. Waktu itu, saya sedang ada di dalam sebuah toko buku, mencari komik. Komik yang saya suka ketika itu adalah Paman Gober.  Saking sukanya saya dengan komik itu, saya ingin mengumpulkan banyak serialnya. Sampai ketika saya sedang mencari komik, ayah saya memberikan sebuah buku berjudul “7 Kebiasaan Efektif Remaja” karya Sean Covey, anak dari seorang penulis buku life lesson terkenal, Steven R.Covey. Awalnya, ketika ayah saya memberikannya kepada saya, saya tidak ingin membacanya. Tetapi ayah saya tetap membelikannya. Ketika di mobil, dalam perjalanan pulang, saya sudah menghabiskan komik yang sudah saya beli (waktu itu ada sekitar 10 komik, dengan satu halaman komik adalah 160 halaman), dan saya pun bosan. Tidur tidak mau, tapi rasanya saya ingin membaca lagi. Kemudian, rasa penasaran mengajak saya untuk membaca buku itu, dan saya pun membuka buku tersebut. Saya baca isinya perlahan, mulai dari kata pengantar, sampai akhirnya saya tiba di bagian pertama. Saya ingat sekali ada sebuah puisi yang terpampang di depannya, namun saya lupa isi persisnya seperti apa. Tapi, saya mengingat intinya. Puisi itu menceritakan tentang kebiasaan seorang manusia.

“Jika anda membiasakan diri anda dengan hal yang baik, maka kebiasaan tersebut akan membangun anda. Tetapi, jika sebaliknya, anda membiasakan diri anda dengan hal yang buruk, maka kebiasaan tersebut akan menghancurkan anda.”

Ketika saya membaca bagian itu, saya langsung kaget, dan seakan ada yang menghentak dalam diri saya, dan mengatakan “Tuh, dengarkan apa kata buku itu, Ia benar”. Memang ketika itu, saya memiliki kebiasaan yang buruk. Saya tidak pernah bertanggung jawab atas sekolah saya, dimana saya selalu memakai waktu yang ada untuk bermain Playstation 2 (ketika itu, Playstation 2 adalah ‘guru’ saya, dan Game-game Playstation adalah ‘buku pelajaran’ saya). Memang karena hal itulah, di sekolah saya jarang sekali mendapat nilai baik. Saya mulai berpikir, kalau saya main terus, apakah saya akan sukses ke depannya? Saya akan jadi apa ketika dan sampai besar nanti?

Sekarang, saya adalah seorang mahasiswa berumur 18 tahun. Saya sudah kuliah, dan kuliah saya memang hancur-hancuran. Saya diam di kamar kosan saya, dan mulai merenungkan apa yang terjadi dengan saya. Mulai dari situ, saya berpikir apa yang sudah saya lakukan selama ini dan mengkaitkannya dengan nilai kuliah saya yang diisi dengan huruf C semua. Mulai dari situlah, saya mulai menyadari kesalahan saya, dan saya pun teringat dengan buku Sean Covey yang saya baca sewaktu kecil. Kebiasaan saya tidak berbeda sewaktu kecil, yaitu bermain. Namun tidak bermain Playstation, saya sering memanfaatkan waktu saya untuk nongkrong dengan teman-teman saya dan ‘ngerumpi’ bersama mereka. Saya juga lebih sering bermain game di laptop ketimbang memakainya untuk belajar. Memang benar, dari situ saya sadar bahwa kebiasaan yang buruk akan menjatuhkan anda.

Pernah dengar kalimat “ Anda tidak akan pernah berhenti berjudi sampai anda kalah”? Nah itulah analogi dari cerita Eumir tadi. Kebiasaan membuang-buang waktu dengan bermain akan berdampak buruk, dan salah satunya menjadi tidak fokus dengan pendidikan, dan akhirnya menghancurkan nilai anda. Itulah yang menjadi pelajaran untuk saat ini.

Apa yang anda lakukan setiap saat, itulah yang menentukan siapa anda. Apa yang menjadi hal yang anda suka lakukan, itulah yang menjadikan diri anda. Jika anda banyak bermain game seperti Eumir di atas,  maka anda akan menjadi seorang gamer, dan melupakan segala hal yang harusnya anda lakukan selain bermain game.

Untuk membentuk sebuah kebiasaan yang baik, pertama yang harus anda ketahui dahulu adalah Siapakah diri anda. Apa yang bisa anda lakukan, apa yang menjadi ciri khas anda, apa yang anda senangi, dan apa yang tidak anda senangi. Intinya, ketahuilah apa yang bisa dan harus anda ketahui tentang diri anda. Kemudian, tentukan tujuan hidup anda berdasarkan apa yang sudah anda ketahui tentnag diri anda. Dari situ, pikirkanlah apa yang harus lakukan untuk mencapai tujuan anda, dan lakukanlah apa yang harus anda lakukan itu dalam hidup anda sehari-hari, dan inilah yang menjadi kebiasaan anda. Jika anda memang bercita-cita menjadi seorang gamer, lakukanlah apa yang membantu anda menjadi seorang gamer, misalnya dengan banyak main game. Jika anda ingin menjadi orang kaya, maka lakukanlah segala sesuatu yang membantu anda menjadi kaya, misalnya dengan bekerja keras mencari uang dan rajin menabung. Kemudian, perlu diingat bahwa kebiasaan yang anda lakukan, akan menarik anda untuk selalu melakukan kebiasaan tersebut. Jika anda melakukan kebiasaan buruk, seperti Eumir di atas, maka akan menarik anda untuk selalu melakukan kebiasaan buruk tersebut. Jika anda melakukan kebiasaan yang baik, maka kebiasaan yang baik itu akan terus menarik anda untuk melakukan kebiasaan tersebut.

Itu saja yang ingin saya sampaikan untuk Pertemuan pertama kita hari ini. Bagaimana, apakah ini sudah mengetuk hati anda? Oh, tidak lupa. Saya ingin menambahkan kata-kata dari Yesus Kristus sebelum saya akhiri Life Lesson #1 ini.

“Jika anda menabur yang baik, maka anda akan menuai yang baik. Jika anda menabur yang buruk, maka anda akan menuai yang buruk.”

@adrianusunairda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s