2/21. Research : Stand-up Comedy..Apa sih itu?

Image

Cak Lontong berstand-up comedy (Doucmentation of Mine)

Stand-up Comedy, adalah sebuah budaya komedi baru yang muncul di Indonesia, istilahnya fresh from the oven. Namun, meskipun masih baru, budaya ini telah menarik banyak orang untuk menggelutinya. Mulai dari artis, mahasiswa, dokter, hingga buruh telah ‘menjajal’, bahkan ada yang menjadikan komedi ini sebagai sebuah pekerjaan full-time.  Apa sih sebenarnya stand-up comedy itu?

Definisi Stand-up Comedy 

            Menurut Ramon Papana, seorang ahli dan pelopor stand-up comedy di Indonesia, ”Stand-up Comedy adalah sebuah bentuk pertunjukan seni komedi, dimana komedian tampil di depan para penonton dan berbicara langsung kepada mereka”. Ramon juga menambahkan bahwa seorang Comic (pelaku Stand-up Comedy) membawakan cerita singkat yang lucu, lelucon singkat (biasa disebut bit), dan one-liners), yang lazimnya tipe ini disebut dengan aksi pertunjukkan monologue atau comedy routine.

Apa bedanya dengan jenis komedi lain? Terutama Physical Comedy yang akhir-akhir ini berkembang di Indonesia?

Dibandingkan jenis-jenis komedi yang sudah muncul dan berkembang di Indonesia sebelum Stand-up Comedy, seperti Physical Comedy yang akhir-akhir ini sangat nge-trend di Indonesia, ternyata tidak membentuk komedi yang ‘dewasa’. Seperti dalam Physical Comedy, yang cenderung menggunakkan kekerasan fisik atau jokes berbau SARA untuk mengundang tawa. Komedi seperti ini yang memunculkan stereotype, atau labeling dan akhirnya memunculkan perselisihan. Komedi ini tidak serius, tetapi akan menimbulkan masalah yang sangat serius ke depannya.

Sedangkan di dalam Stand-up Comedy, tidaklah seperti itu. “Stand-up Comedy adalah lawakan yang serius, seperti skripsi, bukan lawakan yang asal-asalan”, kata Indro, seorang pelawak yang adalah mantan anggota Warkop DKI, dan juri acara Stand-up Comedy Indonesia. Memang benar, Stand-up Comedy adalah sebuah lawakan yang harus dilakukan dengan serius, bukan dengan bercanda, seperti jenis komedi yang umumnya ada di Indonesia.

Komedi yang serius?

Stand-up Comedy memang adalah sebuah komedi yang serius. Selain karena tidak menampilkan SARA, di dalam Stand-up Comedy memiliki peraturan-peraturan yang wajib ditaati bagi mereka yang ingin melakukan stand-up comedy, tidak seperti jenis komedi lainnya yang tidak memiliki peraturan. Dalam stand-up Comedy, ada 5 peraturan yang wajib ditaati :

  1. Don’t Try to be Funny.

Tujuan anda menjadi seorang comic bukanlah untuk mentertawakan kelucuan anda. Jadi jangan mempermalukan diri sendiri, atau orang lain dengan perilaku atau jokes. Tujuan anda adalah membuat penikmatnya menertawakan masalahnya, bukan anda. Jadi, kekuatan kata-kata dan aksi panggung yang tepat memiliki peran yang krusial di sini.

  1. Don’t Tell Street Jokes.

Jika diterjemahkan secara kasar, artinya adalah “jangan menceritakan jokes murahan”. Murahan di sini adalah jokes-jokes yang tidak informatif, dan tidak bersifat universal. Tidak informatif, karena jokes tersebut biasanya hanya untuk candaan sesaat saja, dan tidak mengandung informasi yang bisa diserap untuk kedepannya. Tidak universal, karena jokes tersebut terkadang tidak bisa diterima oleh sebagian kalangan tertentu, dan ini biasanya dipengaruhi oleh tradisi.

Inti utama dari bagian ini adalah, mengajak dan melatih anda untuk menjadi kreatif. Anda diajak untuk meembuat sebuah joke yang bisa dikatakan ‘belum pernah ada sebelumnya’ tidak seperti street jokes yang sudah cukup pasaran. Anda juga diajak untuk melatih diri anda untuk menjadi sebuah comic yang cerdas, yaitu bisa membuat sebuah jokes yang berkualitas yang dapat di mengerti oleh setiap orang.

  1. Be serious.

Seorang comic harus tampil serius. Layaknya Panglima perang, seorang comic harus berwibawa ketika berdiri di depan comic. Jangan “cengengesan”, karena akan membawa image yang buruk pada penyimak, dan akhirnya comic akan kehilangan atensi dari penyimak. Dengan tidak menjadi serius juga, seorang comic bisa kehilangan pengendalian dirinya atau self-control dan berujung pada penampilan yang buruk.

  1. Don’t Tell Stories.

Jokes yang disampaikan janganlah terlalu panjang dan bertele-tele, karena akan membuat penikmat jadi bosan dan bingung dengan apa yang sebenarnya akan disampaikan. Seorang comic haruslah lugas, padat dan jelas. Isinya tidak panjang, tetapi sudah dapat menggambarkan dan memberikan pengertian tentang materi yang disampaikan. Di bagian ini juga, seorang comic akan diajarkan untuk menghargai waktu. Dengan menyampaikan isi yang lugas, padat dan jelas, maka akan menghemat banyak waktu dibandingkan dengan yang panjang-panjang. Ingat, Time is money.

  1. Santai.

Seorang comic harus membuat para penikmatnya santai, sehingga bisa melepaskan kepenatannya. Jangan membuat penonton merasa tegang, terbebani, bingung atau takut. Seorang comic juga harus lengang dan leluasa dalam menyampaikan materi, jika tidak santai, maka penyampaian materi tidak akan berlangsung dengan lancar. Pemikiran si comic akan menjadi blank dan akhirnya bingung dengan apa yang akan comic tersebut sampaikan.

Selain itu, di dalam stand-up comedy, comic akan berhadapan langsung dengan penonton. Penonton akan memberikan feedback spontan kepada sang comic. Ketika jokes yang dikeluarkan tidak lucu (disebut bomb), atau membosankan misalnya, maka penonton akan memulai mengganggu sang comic (disebut heckling), diam, atau bahkan pura-pura tertawa. Tentunya respon yang seperti ini yang akan membuat seorang comic stress atau depresi. Maka dari itu, seorang comic harus serius untuk menghindari hal yang seperti ini.

Sejauh ini, Bagaimana perkembangannya di Indonesia?

Dibandingkan dengan awal munculnya stand-up comedy di Indonesia, yaitu tahun 1992, perkembangannya sudah cukup signifikan. Waktu itu, istilah Stand-up Comedy itu saja belum dikenal. Mencari orang yang ingin mencoba ini saja sangatlah sulit. Kemunculannya dipelopori oleh Ramon Papana dan Harry De Fretes pada sebuah acara yang mereka adakan bernama ‘Lomba Lawakan Tunggal’ di café buatan mereka, Boim Café.

Mulai dari tahun 2011 sampai sekarang, kita sudah tahu Stand-up Comedy itu apa. Kita sering menemukan hal ini di koran, majalah, bahkan di TV. Stand-up Comedy mulai dikenal masyarakat sejak adanya acara Stand-up Comedy Indonesia di Kompas TV dan Stand-up Comedy Show di Metro TV. Sudah banyak juga orang yang mencoba menggeluti dunia ini dari berbagai kalangan profesi, tidak seperti sebelumnya.

Apa sih yang sebenarnya menjadi daya tarik dari Stand-up Comedy?

Sebelumnya, lihat dulu asal-usulnya stand-up comedy tersebut. Mereka adalah hasil ‘perkembangbiakan’ paham liberal dari dua negara penganut paham tersebut yaitu, Amerika Serikat dan Inggris (sampai sekarang keduanya masih memperdebatkan siapa yang pertama kali menemukan stand-up comedy). Dalam paham liberal, tidak ada monopoli dalam bidang apapun. Termasuk monopoli dalam bidang komedi, dimana tidak hanya pelawak saja yang boleh berkomedi, tetapi siapa saja boleh berkomedi. Maka muncullah stand-up comedy.

Nah, karena siapa saja boleh berkomedi maka akan ada banyak variasi dalam berkomedi dan kebebasan dalam mencari materi. Inilah yang akhirnya membuat seseorang bebas untuk berkreasi dan bebas dalam mengemukakan pendapatnya. Inilah salah satu hal yang membuat stand-up comedy itu menarik.

Stand-up Comedy juga adalah sebuah komedi yang sifatnya individualis. “Stand-up Comedy adalah sebuah berasal dari negara liberalis, yang tentunya individualis. Budaya komedi ini sangat cocok untuk mereka yang individualis”, tukas Francis Junius, seorang ahli kesehatan, yang juga adalah seorang pengamat dalam bidang Stand-up Comedy.

Memang benar, bagi mereka yang individualis, budaya komedi ini akan sangat cocok karena budaya ini sangat mengandalkan kemampuan diri sendiri. Selain itu, budaya ini menghasilkan persaingan. Karena, Siapa yang lebih kreatif dan lebih lucu, maka dia akan mendapatkan perhatian lebih banyak dari penonton. Sedangkan yang sebaliknya, akan jadi ‘mainan’ penonton dan akan diabaikan.

Stand-up Comedy sebagai sebuah pekerjaan

Menurut Ramon Papana, seseorang bisa menjadikan Stand-up Comedy sebagai sebuah pekerjaan. Karena setiap kali melakukan performance, seorang comic akan dibayar, meskipun Ia gagal dalam jokesnya. Salah satunya adalah dengan menjadi Corporate Stand-up Comedian, yaitu comic yang melakukan Stand-up Comedy di perusahaan-perusahaan. “Saya selama ini telah menjadi Corporate Stand-up Comedian di perusahaan-perusahaan besar seperti Deutsche Bank, Telkomsel, Bakrie Group, Bank Mandiri, P&G, Nestle, dan lain-lain”, katanya.

Jika diteruskan dan dikembangkan, maka akan menjadi sebuah ‘tambang emas’, alias sumber penghasilan uang yang besar. Contoh mereka yang telah melakukannya adalah Jay Leno, Chris Rock, dan Jerry Seinfeld.

Apa yang bisa didapat dari stand-up Comedy?

Pelatihan Karakter. Bagaimana Stand-up Comedy melatih karakter? Dan Karakter apa yang dilatih dalam stand-up comedy?

Salah satu cara yang ‘dilakukan’ Stand-up Comedy dalam melatih karakter adalah dengan peraturannya.

Karakter apa yang dilatih? “Stand-up Comedy adalah sebuah komedi single yang menggunakkan kecerdasan kata-kata digabungkan dengan kepekaan sosial dan aksi panggung.”, kata Paulus Tri Wahyudi, seorang life skill coach dari sebuah lembaga pelatihan life skill di Jakarta, ketika diberi pertanyaan tentang Stand-up Comedy. Tentunya, yang dilatih adalah ketiga aspek yang disebutkan, yaitu Kecerdasan kata-kata, kepekaan sosial, dan aksi panggung.

Hal lain selain ketiga aspek di atas mungkin pengembangan intelijensia. Menurut Wily Walnut, seorang peneliti otak dari Amerika Serikat, dan pengarang dari buku The Brain Squeezer, mengatakan bahwa orang yang melakukan Stand-up Comedy, cenderung lebih pintar dibandingkan mereka yang tidak. “Hal ini disebabkan karena stand-up comedy melatih seseorang untuk menggunakkan otak kanannya, yang menyebabkan seseorang untuk berpikir lateral, yaitu cara berpikir yang melewati batas logika, atau berpikir vertical. “, katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s