Aspek-aspek Hati Nurani Manusia

Ini adalah tugas MPKT-A gua. MPKT-A adalah pelajaran yang mempelajari tentang filsafat, logika dan psikologi dasar. Nah topiknya kali ini mengenai virtue, atau nilai-nilai utama yang dikandung dari hati nurani manusia, sebagaimana yang gua dapet dan kemudian gua sintesa dari artikel yang dibuat oleh Riso dan Hudson. Enjoy!

HATI NURANI ADALAH KEUTAMAAN KARAKTER MANUSIA

Adrianus (1206248501)

Sebuah penafsiran mandiri dari artikel :

Judul : “The Virtues :  Reorienting the Human Heart”

Sumber : http://www.enneagraminstitute.com

Penulis : Don Richard Riso dan Russ Hudson

Tahun Terbit : 2007

Hati nurani manusia adalah sesuatu yang selalu mengajak manusia untuk selalu melakukan sesuatu yang disebut dengan “kebaikan”, dan jika manusia melanggar hati nuraninya sendiri, maka manusia akan merasa tertekan, bersalah, sedih, dan perasaan tidak mengenakan bagi manusia lainnya. Persepsi mengenai hati nurani ini sering juga disebut sebagai jiwa, atau roh manusia, dan dalam dunia psikologi, istilah ini sering disebut keutamaan (virtue) dalam karakter seseorang.

Dalam kehidupannya sehari-hari, manusia memang tidak dapat lepas dari hati nuraninya. Tetapi, tidak jarang manusia hidup tidak mengikuti hati nurani, dan menjalani hidup sesuai dengan lawan dari hati nurani tersebut, yaitu hawa nafsu (passion). Hawa nafsu adalah rasa ingin yang besar untuk memiliki sesuatu dalam seorang individu. Hawa nafsu ini sering disebut sebagai ego oleh manusia. Karena ini, manusia menjadi buta akan sekitarnya, lupa akan diri sendirinya, mulai dari tujuan hingga kebutuhan hidupnya. Manusia akhirnya mulai menjadi serakah, kejam, dan selalu ingin menang sendiri. Manusia juga selalu ingin menjadi malas, pemarah dan bersungut-sungut. Akhirnya manusia menjadi tertekan, dan mengalami hidup penuh dengan penderitaan, tidak hanya karena melanggar nuraninya sendiri, namun karena perlawanan fisik dari lingkungannya.

Pada dasarnya, seorang manusia tidak ingin hidup dalam penderitaan. Maka dari itu, para manusia, umumnya, mencoba menemukan kembali hati nuraninya dengan berbagai cara. Mungkin dengan refleksi, meditasi seperti yang dilakukan orang-orang India, atau dengan mengikuti trend zaman sekarang, dengan menemui psikiater, atau mengikuti suatu pendidikan karakter dengan seorang mentor spiritual.

Lalu, apa sebenarnya hati nurani itu? Mengapa hati nurani itu begitu penting, dan bagaimana bisa seorang manusia berusaha mendapatkannya kembali ketika itu hilang?

Dalam artikel yang dibuat oleh Don Riso dan Russ Hudson yang saya baca, mereka memaparkan definisi hati nurani sebagai “sesuatu yang telah ada dalam diri manusia sejak dirinya dan alam semesta ini diciptakan”.  Ini berarti manusia sudah memiliki hal ini semenjak dirinya ada, dan tidak dapat dipisahkan, dari dalam dirinya. Bayangkan ketika seorang manusia kehilangan sesuatu yang sudah ada dalam dirinya sejak semula, seperti saja tangannya (bukan berarti orang tersebut tidak memiliki tangan sejak lahir). Maka, manusia yang kehilangan tersebut, akan sulit menjalani kehidupannya dan tidak semudah ketika Ia memiliki tangannya. Begitu juga hati nurani, atau keutamaan ini.

Hati nurani memiliki nilai-nilai yang selalu membawa manusia untuk melakukan sesuatu yang disebut manusia sebagai “kebaikan”. Don dan Russ, berdasarkan Oscar Ichazo, ada sembilan nilai dalam hati nurani. Kesembilan nilai ini membawa manusia kepada keteraturan dan kedamaian, dua hal yang dianggap manusia sebagai sesuatu yang “baik”. Namun, kesembilan nilai tersebut terkadang merupakan bagian dari nilai lainnya, dan pada akhirnya saya gabungkan menjadi tujuh. Tujuh nilai ini sejak awal memang dimiliki dalam hati nurani manusia. Tujuh nilai tersebut adalah :

  1. Ketenangan (Serenity)

Dengan adanya nilai ini, manusia akan selalu membuat dirinya untuk menerima sesuatu apa adanya, baik ataupun buruk. Manusia tidak terlalu senang ketika dia mengalami kebahagiaan, dan tidak terlalu sedih dan tertekan ketika dia mengalami penderitaan.

  1. Kerendahan Hati (Humility)

Nilai ini akan selalu membuat manusia untuk menghargai dan mensyurukuri sesuatu. Manusia menghargai apa yang sudah Ia miliki, dan tidak mengingin apa yang lebih dari Ia dapat.

  1. Kejujuran (Truth)

Melalui nilai ini, seorang manusia akan berusaha mewujudkan kenyataan dan kebenaran secara utuh dalam kehidupan nyata. Artinya, tidak ada bohong dan dusta.

  1. Positif (Equenamity)

Nurani manusia akan mengajak manusia untuk memandang apa yang telah dialaminya sebagai sesuatu yang positif, sehingga pengalaman yang mereka dapat tersebut dapat menjadi sesuatu yang berharga dengan mereka.

  1. Terbuka (Unattached)

Manusia  bersikap netral terhadap sesuatu yang ada dalam kehidupannya. Artinya, manusia tidak terikat dengan sesuatu dan tidak menutup dirinya akan segalanya.

  1. Keberanian (Courage)

Sejak semula, manusia mempercayai bahwa dirinya adalah hebat dan karena dirinya itu begitu hebat, Ia percaya bahwa Ia dapat melakukan segala sesuatu tanpa rasa khawatir akan sesuatu. Namun tidak berarti manusia tanpa ketakutan. Nilai ini juga ingin mengajak kita melawan ketakutan tersebut agar kita dapat melakukan segala sesuatu yang ingin kita lakukan dengan leluasa.

  1. Cinta Kasih (Affection)

Pada dasarnya, seorang manusia ingin mencintai segala sesuatu yang ada di dunia ini. Baik komponen biotik, ataupun abiotiknya. Manusia ingin menyayangi seluruhnya. Mereka tidak ingin melukai, ataupun menyakiti.

Mengikuti hati nurani tidak menjanjikan kebahagiaan di dalam kehidupan ini, tetapi, kebahagiaan dalam diri sendiri dalam kehidupan. Manusia akan lebih menikmati hidupnya. Karena dengan mengikuti nilai yang ada di atas, manusia tidak akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s