5/21. Research : Penyebab Jatuhnya Rezim Penguasa pt.3

3.      K.H. Abdurahman “Gus Dur” Wahid

Gusdur di World Economics Forum tahun 2000 (www.wikipedia.org)

Gusdur di World Economics Forum tahun 2000 (www.wikipedia.org)

Sejak berakhirnya pemerintahan B.J. Habibie di tahun 1998, dimulailah orde reformasi. Ketua MPR waktu itu, Amien Rais, bersama-sama dengan anggota MPR lainnya, memutuskan untuk memilih K.H Abdurahman Wahid alias Gus Dur untuk menjadi presiden, yang menjadi kontroversial karena seharusnya Megawati Soekarnoputri yang menjadi presiden karena mendapat banyak dukungan dari rakyat. Gus Dur adalah presiden yang intelek. Orang yang lahir tahun 1940 ini pernah cum laude dalam kuliahnya di Mesir. Selain itu, pandangan politiknya yang luas membuat Gus Dur dipilih menjadi Prseiden oleh MPR ketimbang Megawati. Ia juga dikenal sebagai presiden yang ‘asyik’ karena gaya bicaranya yang blak-blakan dan humornya yang lucu. Selain itu, dia dikenal sebagai presiden yang tidak rasis. Ketika Ia memberikan libur untuk hari Imlek, yang menyenangkan hati kaangan minoritas Cina setelah tahun 1998, dan memberikan nama Papua bagi Irian Jaya, setelah bertahun-tahun masyarakat di sana menanti itu. Tetapi, karena skandal dan perilakunya di pemerintahan, Ia sering-sering disebut Presiden “Sableng” oleh kalangan masyarakat kita. Sebut saja skandal Buloggate, dimana uang sebesar 4 juta Dollar AS hilang begitu saja dari kantor BULOG (Badan Urusan Logistik). Meski uangnya sudah ditemukan, banyak rakyat yang menganggap bahwa 2 miliar dari uang itu ia simpan sendiri, alias korupsi. Belum lagi, Kasus Bruneigate, dimana uang sebesar 2 miliar Dollar AS dari Sultan Brunei untuk masalah Aceh, hilang begitu saja. Belum lagi, ketika ia memecat Wiranto dan Jusuf Kalla dari kementrian tanpa alasan yang jelas. Banyak rakyat menjadi tidak yakin dengan kredibilitas Gus Dur sebagai presiden setelah memecat menteri yang bisa dianggap “baik” itu. Lalu, relasinya dengan TNI yang memburuk setelah Laskar Jihad masuk ke Ambon bersenjatakan senjata TNI. Karena skandal-skandal ini, banyak yang tidak percaya lagi pada Gus Dur dan akhirnya, banyak oposisi. Megawati dan Amien Rais yang semula yakin dan berpegang penuh padanya menjadi ragu akan kredibilitas Gus Dur. Lalu, banyak orang juga menganggap Gus Dur sebagai Presiden penyebab perpecahan Indonesia. Ketika Ia berkonsolidasi dan bernegosisasi secara terbuka dengan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) dan menandatangi MOU (Memorandum Of Understanding) GAM.  Rakyat menganggap bahwa Gus Dur membuat perpecahan di Indonesia dan mendukung GAM. Dan sejak hal itu terjadi, rakyat mulai menganggap Gus Dur sebelah mata dan  bukan presiden yang mereka impi-impikan. Akhirnya, banyak demonstrasi dan kekacauan serta anarki di masyarakat. Diberhentikannya Gus Dur dimulai ketika Gus Dur berusaha mengatakan bahwa Ia akan memberhentikan dan men-demisioner DPR karena kekacauan yang terjadi. DPR mulai tidak lagi mendukung Presiden dan mulai bergabung ke Oposisi. Lalu, ketika Gus Dur memecat Yusril Ihza Mahendra, Nurmahmudi Ismail, dan Susilo Bambang Yudhoyono dari kementerian setelah tidak menuruti kemauannya. TNI, yang ‘benci’ dengan Gus Dur, mulai menaruh arak-arakan tentaranya, sekitar 40000 personil di jalan-jalan di Jakarta, beserta artileri dan tank-tank. Alhasil, 23 Juli, Ketua MPR, Amien Rais, yang sudah kecewa dengan Gus Dur, mengumumkan hasil rapat paripurna MPR-DPR yang menyatakan bahwa Gus Dur telah melanggar Garis-Garis Besar Haluan Negara dan oleh karena itu, Gus Dur diturunkan dari jabatannya dan digantikan oleh Megawati Soekarnoputri.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s